Mengapa Organisasi Harus Ada Target Tinggi?

Pernahkah Anda jalan jalan sore hari dengan naik motor untuk sekedar putar putar? Apa yang nampak dari perjalanan Anda? Bagaimana suasana batinnya?

Penampakan Luar/Fisik

Ketika niat kita hanya sekedar jalan jalan, tidak terlalu jauh, hanya disekitar rumah, maka kecepatan kendaraan kita hanya seadanya, santai, posisi di pinggir sambil tengok kanan kiri.

Suasana Batin

Kita tidak terlalu khawatir dengan posisi jarum bensin, kondisi ban luar dan hal hal penting lainnya. Jika terjadi apa apa toh hanya dekat. Seringkali tidak perlu membawa uang, tidak memakai jaket dan helm. Sandal jepit lebih praktis dari pada sepatu. Cukuplah memakai kaos oblong.

Gestur Organisasi Dengan Target

Target ibarat tujuan perjalanan jauh, penuh resiko dan membutuhkan persiapan matang. Maka organisasi harus menyiapkan peta perjalanan dengan seksama, penugasan personel berdasarkan skill, kontinjensi rencana jika terjadi sesuatu yang luar biasa. Butuh waktu untuk menyiapkan semuanya, ada latihan, ada training, simulasi, rapat rapat dan diskusi diskusi. Setiap individu tidak bisa duduk santai, kesana kemari dan asyik ngobrol.

Fungsi Target Dalam Organisasi

Jika komisaris sudah menetapkan target, maka pemimpin makan membuat break down target ke semua divisi, bagian dan individu. Juga akan dibicarakan strategi, sumberdaya dan lain lain untuk mencapainya.

Langkah langkah pencapaian akan dimonitor per skala waktu agar on the track. Penyimpangan sekecil apapun tidak akan ditoleransi. Setiap kegagalan kecil akan langsung dievaluasi dan dimotivasi. Pemimpin yang baik akan selalu bersama sama dengan tim untuk bekerjasama, menjadi bagian yang mendorong dan sebagai role model atau teladan dalam berproses. Pemimpin akan tetap jika tim mengalami kegagalan dan segera membangunkan kembali tim untuk berusaha dan bangkit dari kegagalan.

Jika Anda tertarik untuk Training outbound pencapaian target, segera hubungi kami di 0811-251-676 WA 0816-696-171

Website: http://www.smartoutbound.com

Are You Ready?!

Iklan

Outbound vs Fun Game

Seringkali kita bingung, tidak tahu atau bahkan acuh dengan yang namanya outbound. Setiap game di luar ruang disebut outbound. Yang penting meriah dan heboh. Dimana perbedaannya?

Kita akan bahas melalui pendekatan tujuan dan impact yang didapatkan oleh peserta.

Fun Game

Tujuan utama dari fun game adalah membangun SOSIABILITAS. Peserta yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya belum akrab menjadi akrab. Interaksi yang terbangun adalah aspek sosial. Haha hihi. Desain game pun tidak mengukur pada kinerja, tetapi lebih kearah seru dan lucu saja. Jangan harap ada perubahan mindset dan sikap. Sistematika berpikir tidak akan terbentuk. Game hanya menyajikan satu periode berpikir, instan dan sederhana. Ratusan orang peserta bisa dipimpin oleh satu atau dua fasilitator. Dinamika psikologis akan cenderung diabaikan. Karena game tidak sistemik, maka akan susah untuk dibahas pada saat post game. Apabila peserta ditanya maka jawaban akan berkisar pada common sense saja, misalnya seru, kompak, kerjasama, lucu dan istilah sederhana lain.

Outbound Training

Perbedaan dimulai dari pra kegiatan, dimana membutuhkan assesmen berupa wawancara, tes inventori, pernyataan pimpinan dan data pendukung. Inilah yang menjadi base line atau titik start dari kegiatan outbound. Kondisi awal peserta harus diketahui agar bisa dirancang sebuah treatment yang sesuai untuk perubahan sikap, mindset dan berujung pada perubahan behavior atau perilaku.

Materi, kurikulum dan silabus disusun oleh tim ahli pelatihan eksperimen agar sesuai dengan baseline. Membutuhkan simulasi yang sop, proses, evaluasi dan urutan mendekati situasi di pekerjaan sehari-hari peserta. Fase gagal-bangkit akan ditemui sehingga menguatkan konsep berpikir. Reward dan punishment diperlukan sesuai dengan realita pekerjaan. Sistematika simulasi mengandung unsur evaluasi yang ilmiah, terhubung satu sama lain dan terpimpin. Ide ide dan gagasan harus muncul dan bervariasi. Pertentangan ide harus muncul sebagai bagian dari pengambilan keputusan.

Simulasi outbound seharusnya mempunyai target yang mudah dipahami oleh semua level kecerdasan peserta. Target hendaknya merupakan capaian kolektif semua peserta dan bersifat partisipatif. Jika seorang gagal maka akan menggagalkan tim kerja.

Simulasi juga harus memunculkan peran pemimpin. Jika pemimpin belum efektif, simulasi akan gagal. Pemimpin informal, potensial, bisa muncul tanpa diduga akibat berhentinya sebuah proses.

Simulasi yang ilmiah juga akan terhubung dan koheren dengan teori organisasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dari sisi dinamika psikologis, simulasi outbound yang baik mempunyai gradasi kejiwaan peserta, semakin lama peserta akan tertantang dan terlibat aktif mensukseskan timnya.

Jadi harus outbound atau fun game? Tergantung dari tujuan acara dan budget organisasi.

**Syahruddin, praktisi outbound sejak 1999. Trainer di SmartTeam Indonesia. No telpon 0811-251-676 , WA 0816-696-171

http://www.smartoutbound.com

http://www.mancakrida.com

Pengembangan Sumberdaya Manusia

Seringkali kita terjebak dalam pemikiran sebagai berikut:

  • Anggota tim kita sudah terseleksi dengan sempurna, sehingga mereka bisa kita ajak lari
  • Karyawan kita bisa kita ajak lari mengejar target organisasi
  • Mereka tidak punya urusan dan masalah pribadi
  • Mereka pasti mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Mereka pasti loyal dengan perusahaan dan kita sebagai atasan
  • Mereka akan bekerja tanpa kita awasi

AWAS, persepsi itu perlu kita waspadai jika;

  • Target organisasi tidak tercapai
  • Komunikasi tidak efektif
  • Banyak pekerjaan yang terlambat/molor
  • Saling menyalahkan
  • Ada yang merasa paling penting
  • Terjadi banyak pelanggaran organisasi

Artinya…..bisa jadi

  • Kepemimpinan kita lemah
  • Karakter anggota tim tidak sesuai dengan tantangan organisasi
  • Anggota tim tidak paham dengan target organisasi
  • Kedisiplinan lemah
  • Skill komunikasi yang buruk
  • Anggota tim tidak fokus pada tupoksi organisasi

Salah satu treatment adalah dengan Training Mancakrida atau outbound. Materi yang disampaikan secara deduktif, mengalami dulu baru menarik kesimpulan, sangat cocok untuk pembelajaran orang dewasa yang tidak mau digurui.

Training disetting di alam terbuka sehingga tidak membosankan. Posisi sosial tanpa jabatan, setara, akan melatih pola komunikasi yang efektif. Ide ide out of the box akan muncul sehingga masalah masalah dalam organisasi akan terurai.

Kegiatan ini bersifat rekreatif, fun dan dinamis sehingga dapat menuntun pada kreativitas, fairness dan solutif.

Segera rencanakan target Anda dan tim, kita susun materi dan pastikan tim Anda siap dengan target baru yang menantang.

Are you ready?!!